Banjir Di Kabupaten Mesuji, Terparah Di Satu Desa

Banjir Di Kabupaten Mesuji, Terparah Di Satu Desa

RILISID TV, Mesuji – Banjir yang terjadi pagi hari, Rabu (17/1/2024) di Kabupaten Mesuji ternyata bukan hanya di Desa Simpangpematang dan Simpangmesuji. Tetapi empat desa lainnya yakni Wirabangun, Margorahayu, Jayasakti dan Harapanjaya.
Dari enam desa tersebut, terparah adalah Desa Jayasakti dan Harapanjaya. Karena dua desa tersebut dapat banjir besar kiriman dari kawasan Regsiter 45 Sungaibuaya adalah Desa Jayasakti dan Harapanjaya.

Di Desa Jayasakti sendiri banjir mengakibatkan 27 Kepala keluarga terdampak ringan dan berat. Namun tidak ada korban jiwa ata peristiwa banjir itu.

Kepala Desa Jayasakti, M.Saheri, di temui di lokasi banjir, mengatakan banjir besar itu terjadi mulai Pukul 04.00 WIB.

“Waktu hujan, saya masih dengan warga ronda sampai jam 3 pagi. Lalu saya pulang. Waktu tidur sebentar, sudah ada warga yang pukul kentongan tanda bahaya. Ternyata banjir,” kata dia.

Mengetahui hal itu, ia bersama warga dan pamong setempat langsung bersiaga di titik banjir di perbatasan Desa Jayasakti dan Harapanjaya.

Awal banjir, kata kades, air di badan jalan tingginya mencapai 1 meter lebih.

“Sebatas pinggang orang dewasa. Air juga langsung deras dari arah selatan seberang jalan lintas timur,” katanya.

Penyebab banjir, kata dia, debit air yang sangat deras datang dari tiga sungai kecil di Kawasan Register 45 Sungaibuaya, menuju satu sungai ke arah ke Desa Jayasakti lalu ke Desa Harapanjaya.

“Banjir ini langganan tiap tahun, kalau turun hujan yang sangat deras. Cuma, sekarang kita tinggal tunggu bagaimana penanganan selanjutnya dari pemerintah,” kata dia.

Selain itu, kades juga langsung kontak pihak PLN Mesuji agar mematikan sementara aliran listrik yang ada di titik banjir. Karena box besar salah satu travo di wilayah tersebut terendam air.

“Saya minta listrik dimatikan. Takut terjadi hubungan arus pendek, soalnya bok itu (menunjuk boks travo di tiang listrik) tadi terendam juga,”kata Heri , di lokasi banjir.

Saat terjadi banjir di desa tersebut, selain aparat desa, Babinsa setempat, Serda. Matsudin dan Serka. Waluyo juga sudah berada di lokasi mendata rumah-rumah yang terdampak bencana. Kemudian Babinkamtibmas serta satu regu dari BPBD kabupaten Mesuji lengkap dengan perahu karet.

Sedangkan di Simpangpematang, titik banjir juga ada di perbatasan Desa Simpangpematang dan Budiaji. Di lokasi tersebut, 7 rumah terendam banjir hingga 1 meter. Namun air cepat surut hingga genangannya tidak sampai memutus jalan utama penghubung antar desa.

Exit mobile version