RILISID TV, Mesuji – Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Mesuji membuat sejumlah titik mulai terjadi kebakaran.
Dalam waktu 24 jam, pada Minggu 11 agustus 2024 , terjadi dua peristiwa kebakaran.
Pertama, di Desa Sungai Badak, yaitu dua hektare lahan perkebunan karet terbakar.
Kemudian, masih di hari yang sama kebakaran juga terjadi di Desa Sriwijaya, Kecamatan Tanjung Raya.
Kali ini lahan perkebunan sawit seluas 13 hektare yang merupakan kebun PT BNCW.
Menurut Kabid Damkar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mesuji Ardiansyah,peristiwa kebakaran pertama datang laporan dari Desa Sungai Badak, Pukul 12 : 55 WIB.
Kemudian tim pemadam langsung melakukan pemadaman dan penyekatan lokasi kebun karet milik Amir.
Dijelaskannya, proses pendinginan selesai jam 2 siang, Kerugian masih dihitung, dan jika sampai tidak produksi lagi akibat kebakaran ini, kerugian bisa puluhan juta.
Lokasi kedua adalah di Desa Sriwijaya, Kecamatan Tanjung Raya sekitar jam 1 siang.
Ardi menjelaskan lokasi yang terbakar adalah perkebunan sawit PT BNCW yang berbatasan langsung dengan Desa Sriwijaya.
Ditambahkannya, bahwa dari laporan perusahaan tersebut kebakaran lahan terjadi sehari sebelumnya.
Namun api kembali hidup dan membakar lahan dan pohon sawit perusahan tersebut.
Kondisi itu terjadi karena lokasi perkebunan adalah lahan gambut, sehingga api masuk hingga ke dalam tanah.
Ardi mengungkapkan pemadaman kali ini mengalami kendala karena medan lahan gambut sulit di lewati mobil pemadam dan angin yang sangat kencang di lokasi, membuat petugas kesulitan menjangkau titik-titik api.
Karena kondisi lapangan sulit, Damkarmat menerjunkan 10 personil dengan 2 armada terdiri 1 unit mobil pompa pemadam 04, Kemudian 1 unit mobil rescue membawa perlaratan dan 1 alat portabel pompa diturunkan di lokasi.
