RILISID TV, Mesuji – Satuan Tugas Khusus Penyelesaian sengketa lahan Kabupaten Mesuji akhirnya turun kembali ke lokasi perkebunan PT Sumber Indah Perkasa di Desa Talangbatu, Kecamatan Mesuji Timur, yang diduduki perambah, Kamis 10 Oktober 2024.
Satgassus dipimpin langsung Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Harris, didampingi Penjabat Sekda Wahyu Arswendo Umbara, serta Danramil Simpang Pematang, Mayor Infanteri Sutoto, kemudian beberapa kepala dinas terkait persoalan tersebut.
Serta satu pleton gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dalmas Polres Mesuji.
Tim Satgassus yang dipimpin kapolres itu bergerak Pukul 10 Pagi Dengan mengendarai mobil pick up penerangan Polres Mesuji.
Dari atas truk penerangan dengan pengeras suara, kapolres, Pj Sekda,
Danramil menyosialisasikan dan mengimbau perambah untuk keluar dari lokasi perkebunan PT SIP.
Setelah tiba di salah satu rumah tokoh perambah bernama Saidi, tim yang menggunakan rangkaian konvoi mobil turun dan berdialog dengan para perambah.
Kapolres dan rombongan memang sudah ditunggu puluhan warga yang mengklaim lahan tersebut sebagai lahan adat.
Dalam dialog, AKBP M Harris menanyakan keberadaan warga yang rata-rata paruh baya itu adalah warga dari Kabupaten Tulang Bawang.
Kemudian, dengan tegas kapolres meminta agar warga dengan suka rela keluar dari lokasi.
Karena perusahaan memiliki dokumen kepemilikannya yakni hak guna usaha perkebunan sawit.
Masih kata kapolres, pihaknya sebenarnya ingin langsung melakukan penertiban di lahan tersebut, namun diurungkan karena bersamaan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Mesuji.
Sebelum dilakukan sosialisasi, Tim Satgassus briefing di Aula kantor kebun teesebut.
Dalam briefing itu Pj Sekda Wahyu mengatakan, kedatangan Satgassus adalah bentuk komitmen pemerintah kepada masyarakat termasuk pelaku usaha yang ada di Bumi Ragab Begawe Caram.
Sementara perwakilan manajemen PT. SIP, Humala Sinaga berharap proses ini bisa berjalan baik dan penyelesaian masalah di PT. SIP jadi contoh penyelesaian di tempat lain di Mesuji.
