RILISID TV, Bandarlampung – Universitas Lampung mengumumkan hasil Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat, SMMPTN-Barat tahun 2025.
Ada sebanyak 2.471 orang yang jadi peserta seleksi jalur tersebut dengan total 66 program studi yang dibuka oleh Unila.
Wakil Rektor Unila Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono mengatakan, total daya tampung yang dibuka Unila pada SMMPTN Barat 2025 sebanyak 496 kuota.
Namun dari seleksi yang digelar hanya 432 peserta yang diterima. Jadi nanti jumlah kuota yang tidak terpenuhi sekitar 62 dan akan ditambah ke kuota Simanila.
Adapun tingkat kehadiran seleksi di hari pertama (17 Juni) sebesar 91,8 persen. Lalu pada hari kedua (18 Juni) 94,5 persen.
Sementara 10 prodi yang peminatnya paling banyak yaitu S1 Pendidikan Kedokteran 452 peminat, S1 Farmasi 274 peminat, S1 Manajemen 251 peminat, S1 Akuntansi 126 peminat.
Kemudian S1 Bisnis Digital 125 peminat, S1 Teknik Sipil 85 peminat, S1 Teknik Informatika 80 peminat, S1 PGSD 70 peminat, S1 Agrobisnis 58 peminat dan S1 Gizi 53 peminat.
Untuk 10 prodi dengan peminat terendah yaitu: Pendidikan Tari 4 peminat, Pendidikan Kimia 3 peminat, Pendidikan Geografi 3 peminat, Pendidikan Musik 2 peminat, Pendidikan Fisika dan Sumber Daya Akuatik masing-masing 1 peminat.
Lalu 4 prodi lainnya Bahasa Prancis, Ilmu Komputer, Akuntansi PSDKU Way Kanan D3 Perbankan dan Keuangan PSDKU Lampung Tengah tidak ada peminat sama sekali.
Diketahui SMMPTN-Barat adalah satu-satunya model seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara konsorsium, mencakup 28 perguruan tinggi negeri di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat.
Pelaksanaan seleksi tahun ini tetap menggunakan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer UTBK dengan materi Tes Potensi Skolastik, Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
Seleksi ini terbuka bagi calon mahasiswa yang belum lolos melalui jalur SNBP dan SNBT, serta siswa yang belum memiliki akun SNPMB.
Peserta seleksi dapat memilih maksimal dua program studi dari 993 prodi yang tersedia di seluruh PTN anggota konsorsium, tanpa dibatasi lokasi pelaksanaan ujian.
Kuota penerimaan mahasiswa baru dari jalur ini secara keseluruhan sebanyak 17.909 kursi. Biaya pendaftaran sebesar Rp375.000 dan dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI, BTN, atau BSI, termasuk melalui platform Tokopedia.
