Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan pasca kembali beroperasinya Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional.
Pengoperasian kembali bandara tersebut ditandai dengan penerbangan perdana rute Lampung–Kuala Lumpur menggunakan maskapai TransNusa, Kamis (12/2).
Menurut Wahrul, status internasional bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh sistem berjalan sesuai standar global.
“Status internasional harus diikuti dengan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi keamanan, pelayanan penumpang, hingga dukungan teknis di lapangan,” ujarnya.
Ia menyebut, aspek keimigrasian, kepabeanan, karantina, serta ground handling harus benar-benar diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi penumpang.
Wahrul juga menilai, keberadaan rute internasional akan membuka peluang investasi, perdagangan, serta sektor pariwisata di Lampung. Namun, menurutnya, konsistensi pelayanan menjadi kunci agar maskapai dan penumpang tetap memilih Lampung sebagai pintu masuk internasional.
“Ini momentum baik untuk daerah. Tapi harus dijaga bersama agar tidak hanya euforia sesaat,” tegasnya.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, berbagai strategi pengembangan sektor pariwisata dan konektivitas internasional dapat berjalan maksimal.
Wahrul berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan seluruh pemangku kepentingan mampu memastikan Bandara Radin Inten II mempertahankan status internasionalnya secara berkelanjutan. (*)
