“Jika ada saudari-saudari perempuan yang ingin bergabung, kami membuka pintu untuk bersama-sama berjuang dan berkontribusi secara setara,” ujarnya.
Winarti meyakini, Provinsi Lampung akan semakin maju jika perempuan tidak lagi ragu untuk berpolitik dan turut mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Perempuan jangan takut untuk berpolitik dan mengambil peran dalam pembangunan. Dengan keterlibatan perempuan di dunia politik, saya yakin Lampung akan semakin maju,” tegasnya.
Lebih lanjut, Winarti menyampaikan bahwa penetapan Hari Ibu oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Hj. Megawati Soekarnoputri, merupakan bentuk penghargaan terhadap kaum perempuan, khususnya peran seorang ibu.
Menurutnya, laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama sebagaimana diatur dalam konstitusi.
“Untuk itu, peringatan Hari Ibu kali ini kami maknai dengan bersholawat dan berdoa bersama anak-anak yatim serta para kader,” ujarnya, didampingi Kostiana, Sisca, Ni Ketut Dewi Nadi, dan Budhi Condrowati selaku pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, juga digelar aksi solidaritas berupa doa bersama dan penyaluran donasi bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang terus dijaga PDI Perjuangan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata PDI Perjuangan untuk saling membantu sesama yang membutuhkan,” ungkap salah satu Srikandi PDI Perjuangan Lampung yang telah aktif di partai sejak era Pro Mega di Lampung Tengah. (*)
