DPRD Lampung Nilai Pengadaan Dryer Panen Strategis Jaga Harga Hasil Pertanian

Kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung mengadakan mesin pengering (dryer) hasil panen dinilai bukan sekadar program bantuan alat, melainkan strategi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi petani saat musim panen raya.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mengatakan keberadaan fasilitas pengering menjadi solusi atas persoalan klasik yang sering terjadi ketika produksi melimpah, namun daya serap pasar terbatas.

“Selama ini persoalannya bukan hanya soal produksi, tetapi bagaimana mengelola hasil panen ketika terjadi panen bersamaan. Tanpa fasilitas pengering, petani sering terpaksa menjual hasil panen dengan harga rendah,” ujar Mikdar, Selasa (3/2).

Menurutnya, pengadaan sekitar 100 unit mesin dryer melalui APBD murni dan perubahan merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pascapanen di sektor pertanian.

Dengan adanya fasilitas tersebut, hasil panen dapat dikeringkan terlebih dahulu sehingga kualitas komoditas tetap terjaga dan masa penyimpanan menjadi lebih panjang.

“Kalau petani punya ruang untuk menyimpan dan mengeringkan hasil panen, mereka tidak lagi tertekan menjual secara tergesa-gesa. Ini akan memperkuat posisi tawar petani di pasar,” jelasnya.

Ia menilai kebijakan tersebut juga berpotensi menciptakan mekanisme pasar yang lebih sehat karena distribusi hasil panen dapat diatur lebih baik, sehingga fluktuasi harga yang merugikan petani dapat ditekan.

Komisi II DPRD Lampung juga mendorong agar distribusi mesin dryer diprioritaskan pada wilayah sentra produksi seperti padi, jagung, singkong, serta komoditas pertanian unggulan lainnya agar manfaatnya lebih optimal.

Selain itu, penguatan kelembagaan kelompok tani dinilai penting agar pengelolaan alat dapat berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.

DPRD juga berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi berkala terhadap pemanfaatan mesin pengering tersebut, termasuk mengukur dampaknya terhadap stabilitas harga dan peningkatan pendapatan petani.

Mikdar optimistis, jika kebijakan penguatan sektor pascapanen terus diperluas, Lampung tidak hanya unggul dari sisi produksi pertanian, tetapi juga dalam pengelolaan hasil panen.

“Kalau produksi kuat dan sistem pascapanen tertata dengan baik, kesejahteraan petani akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version