Kunjungan kerja Komisi XII DPR RI ke Provinsi Lampung dalam masa reses menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini mulai diproyeksikan sebagai salah satu penopang energi bersih nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat yang digelar di Hotel Radisson Bandar Lampung, Jumat (20/2/2026). Pertemuan itu membahas percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta hilirisasi energi.
Forum tersebut dihadiri jajaran kementerian terkait, BUMN, perusahaan energi nasional, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN, A. Iswan H. Caya dan Imelda, turut mengikuti pembahasan yang menyoroti potensi besar panas bumi dan kelistrikan Lampung sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Iswan menilai perhatian pemerintah pusat terhadap Lampung perlu diikuti dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan daerah.
“Kalau Lampung diposisikan strategis dalam peta energi nasional, maka kebijakan dan investasinya juga harus memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah,” ujar Iswan.
Menurutnya, hilirisasi energi menjadi langkah penting agar Lampung tidak hanya menjadi penyedia sumber daya, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Imelda mengingatkan agar percepatan investasi di sektor energi baru terbarukan tidak mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa transisi energi harus dilakukan secara adil dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Transisi energi harus berjalan adil. Lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera, dan daerah mendapat manfaat yang proporsional,” tegasnya.
Imelda juga mendorong agar masyarakat di sekitar wilayah proyek energi mendapatkan prioritas dalam kesempatan kerja serta dilibatkan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan yang terukur.
Bagi DPRD Lampung, momentum kunjungan kerja Komisi XII DPR RI tersebut menjadi peluang strategis untuk memastikan Lampung benar-benar siap menjadi salah satu pusat energi bersih nasional dengan fondasi ekonomi dan sosial yang kuat.
