Ada 157 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Terjadi di Bandar Lampung

banner 468x60

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bandar Lampung mencatat sedikit terdapat 157 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bandar Lampung sepanjang 2025.

Plt Kepala DP3A Bandar Lampung Maryamah mengatakan, data ini tercatat periode Januari-Agustus 2025.

Berdasarkan data yang ia terima, tahun ini, jumlah pengaduan cukup tinggi. Dengan rincian, kasus kekerasan perempuan tercatat 63 laporan, sementara anak mencapai 94 laporan.

Kasus dominan adalah kekerasan seksual terhadap anak, terutama dari keluarga yang orang tuanya berpisah, bekerja sebagai TKI, atau anak berkebutuhan khusus.

“Anak-anak dengan kebutuhan khusus lebih rentan. Perlindungan terhadap mereka harus jadi perhatian utama,” katanya.

Oleh karena itu, Pemkot saat ini menjalankan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dengan melibatkan 340 relawan dari berbagai jaringan peduli anak dan perempuan.

“Ini sangat penting guna menjangkau korban kekerasan dan memberikan keberanian bagi mereka untuk berani mengadu,” ujarnya.

Maryamah menjelaskan, relawan tersebar di 17 kelurahan, dengan komposisi dua orang di tingkat kecamatan, empat koordinator di tingkat kota, dan tiga relawan di tiap kelurahan.

“Jaringan ini berada di luar relawan SAPA dan menjadi garda terdepan dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya berharap relawan bisa bekerja dengan totalitas.

Menurutnya, selain mensosialisasikan perihal kekerasan, Ia berharap relawan juga mensosialisasikan perihal pendidikan anak-anak.

“Kita sudah banyak program perihal pendidikan, tanyakan setiap anak dan orang tua, insyallah kalau semua program ini berjalan, kekerasan pada anak juga bisa diminimalisir,” katanya. (*)

🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network