Target Nol Anak Putus Sekolah 2026, DPRD Lampung Ingatkan Validitas Data

banner 468x60

Pemerintah Provinsi Lampung memasang target ambisius: nol anak putus sekolah pada 2026. Target tersebut dijalankan melalui program Lampung Bidik dengan fokus utama pada pendataan ulang siswa hingga tingkat kabupaten/kota dan kelurahan.

Langkah ini disebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat agar tidak ada anak Indonesia yang terhenti pendidikannya akibat persoalan ekonomi.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Namun, ia mengingatkan keberhasilan target 2026 sangat bergantung pada akurasi data di lapangan.

“Program ini sangat baik. Tapi pendataan harus benar-benar akurat sampai tingkat kabupaten, kota, bahkan kelurahan. Jangan sampai ada anak yang terlewat,” ujar Andika, Kamis (19/2).

Menurutnya, faktor ekonomi keluarga masih menjadi penyebab dominan anak putus sekolah. Tidak sedikit anak yang terpaksa berhenti belajar karena harus membantu orang tua bekerja.

Karena itu, Andika menegaskan pembaruan data tidak boleh hanya mengandalkan basis data lama, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dengan verifikasi langsung.

“Jangan hanya pakai data lama. Harus turun langsung dan pastikan benar-benar valid. Masih banyak anak yang belum terdata,” tegasnya.

Data tersebut nantinya akan disinergikan dengan Dinas Sosial sebagai dasar penyusunan kebijakan lanjutan, termasuk rencana pembangunan sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Melalui skema tersebut, siswa direncanakan memperoleh fasilitas pendidikan gratis, mulai dari seragam, makan, uang saku hingga tempat tinggal.

“Kita ingin 2026 benar-benar tanpa anak putus sekolah di Lampung. Tapi itu hanya bisa tercapai kalau datanya akurat dan penanganannya tepat sasaran,” pungkas Andika. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network