RILISID TV, Bandarlampung – Ternyata eks Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami, sempat menggunakan rekening calo tiket penyebrangan di Bakauheni untuk transaksi ratusan juta.
Hal itu terungkap di sidang Pengadilan Negeri Tanjung Karang yang diketuai Majelis Hakim Lingga Setiawan, Senin 20 November 2023.
Jaksa Penuntut Umum Eka Aftarini, kali ini menghadirkan tiga saksi yaitu Eko Dwi, Rafli dan Parlindungan.
Dalam kesaksian Eko, awalnya Rekening BCA mobile dipinjam oleh saksi Parlindungan selaku anggota Satresnarkoba Polres Lampung selatan.
Kejadian tersebut terjadi di pertengahan bulan Mei 2023, Dimana saksi pernah punya rekening BCA, karena sebelumnya dibuat tahun 2022 untuk menabung.
“Sudah lama tidak saya pakai. Ketika Parlindungan menanyakan punya rekening tidak, saya jawab punya BCA tapi tidak ada kartu,” kata Eko.
Setelah itu, Parlindungan menjelaskan boleh tidak diminta untuk pak Kasat. Saksi mengaku tidak apa-apa, karena tidak terpakai. Tanggal 15 Mei, saksi mengaku disuruh mencetak kartu atas perintah Parlindungan.
Kemudian, setelah kartu dicetak langsung diserahkan ke saudara Audi yang juga anggota Polres Lampung selatan. Setelah itu, saksi tidak mengetahui ada aktifitas masuk ke rekening.
“Tidak kelihatan di SMS Banking, karena diganti ke nomor telpon Andri. Saya tahu itu nomor Andri dari saudara Audi karena dikasihkan,” paparnya.
Hakim kemudian menanyakan apakah tahu ada nominal Rp220 juta dan apakah pernah diminta cetak rekening koran.
Saksi menjelaskan, hanya waktu ia diperiksa di Polda Lampung setelah AKP Andri Gustami sudah ditangkap.
“Jadi print bukan saya yang meminta. Saya ditunjukkan di Polda Lampung, saya tidak tahu uang dari mana,” imbuh Eko.
Saksi mengaku, kartu rekening tersebut diserahkan ke Audi tidak ia tanyakan.
“Sejak saya kasihkan, tidak pernah memakai lagi,” kata saksi.
Hakim kemudian menanyakan, bahwa orang yang tidak pernah terlilit pidana narkoba atau yang sudah bebas, itu tidak mudah kenal dengan anggota Satresnarkoba.
Sehingga Ketua Majelis Hakim langsung mengucapkan bodoh kepada saksi, karena dipinjam rekening tidak ditanya untuk apa.
“Kalian ini seperti akting, kenapa pertandingan yang begitu masuk akal tetapi tidak tahu,” kata Lingga Setiawan.
Baca: Transaksi Ratusan Juta, Eks Kasat Narkoba Suruh Anggota Cari ATM BCA
