RILISID TV, Bandarlampung – Berniat bermain hujan saat gerimis seorang bocah berumur dua tahun justru hanyut terbawa arus yang deras lantaran terpeleset saat air mulai naik.
Lokasi tempat kejadian perkara tersebut berada di Perumahan Griya Kencana Raden Gunawan.
Usman, salah satu saksi yang ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, awalnya ibu korban bersama kedua anaknya yang berumur 2 tahun bernama M. Nadif dan anak berusia 4 tahun sedang bermain hujan.
Namun sekitar pukul 3 sore, hujan yang sebelumnya hanya gerimis biasa mendadak menjadi hujan deras sehingga secara tiba-tiba menaikan volume air di selokan bahkan airnya sampai ke atas.
Karena hujan deras itu, ibu korban berusaha memegang dua anaknya. Anaknya yang berusia 4 tahun berhasil dipegang dan dituntun untuk dibawa pulang.
Namun nahas anaknya yang berumur 2 tahun justru terpeleset saat baru mengeluarkan dari selokan.
Ibu korban sempat meraih tangan dari anaknya yang berusia dua tahun tersebut namun terlepas karena terbawa derasnya arus air di selokan.
Berdasarkan pantauan sampai saat ini, Anggota Basarnas hingga BPBD Kota Bandarlampung diterjunkan untuk mencari keberadaan anak tersebut.
Mandi Hujan Bersama Ibunya, Anak Balita Hanyut di Selokan
Upaya selama kurang lebih tujuh jam tim gabungan dengan puluhan personel mencari balita hanyut belum membuahkan hasil.
Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, menjelaskan pencarian dilakukan dua kali.
Pertama dari pukul 4 hingga 6 sore, kedua sejak pukul 7 sampai setengah 10 malam.
Tim melibatkan 80 orang dari BPBD, Damkarmat, Basarnas, relawan, Dinas Kesehatan, PMI, dan unsur kecamatan.
Pencarian dilakukan dengan menggali informasi dari masyarakat, keluarga, hingga menyusuri parit.
Tidak hanya saluran air di Perumahan Griya Kencana Raden Gunawan Jl Raden Gunawan II, Rajabasa. Tapi juga hingga luar kompleks, hingga ke Hajimena, Lampung Selatan Sudah kita pasang jaring karena ada dugaan korban lewat sana.
Sebelum jaring dipasang, tim lebih dulu membersihkan tumpukan sampah. Medan cukup berat karena hujan dan debit air tinggi.
Selain sampah ada juga tumbuhan yang cukup menyulitkan kita mencari korban.
Tim pencarian memiliki peralatan lengkap, juga dibekali alat keselamatan diri seperti pelampung dan penerangan.
Penyisiran di daerah-daerah yang dicurigai tempat korban berada dilakukan hingga 3-4 kali.
Tujuh Jam Mencari, Balita Hanyut di Perumahan Griya Kencana Rajabasa Belum Ditemukan
Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, datang langsung ke lokasi balita hanyut di Perumahan Griya Kencana Raden Gunawan, Rajabasa, pada senin 8 Januari 2024.
Anak bernama M. Nadif dan berusia 2,5 tahun itu hingga berita diturunkan belum ditemukan.
Bunda Eva menjelaskan ia telah berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat hujan deras turun.
Walikota meminta tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Damkarmat, Diskes, dan relawan terus melakukan pencarian.
Eva juga mendatangi rumah korban untuk menyampaikan bela sungkawa kepada ibu korban, ia juga memberikan santunan.
Dia berharap ke depan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi. Sebelumnya kasus sama pernah terjadi di daerah Pasar Tugu sekira dua tahun lalu.
