Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Kahung Geopark Meratus

Kawasan Geopark Meratus Kalimantan Selatan telah ditetapkan sebagai salah satu geopark atau Taman Bumi Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia, pada 30 November 2018 lalu.

Tidak mudah untuk bisa sampai di lokasi yang mengandung ofiolit tertua di Indonesia ini dan memiliki banyak spot wisata bagi mereka yang suka tantangan.

Adalah Desa Belangian Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu akses menuju ke kaki Gunung Kahung, Kawasan Geopark Meratus.

Setelah menempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan perahu klotok menyusuri waduk Riam Kanan tibalah di dermaga Desa Belangian.

Tak banyak jumlah penduduk disini, karna hanya hampir 400an jiwa saja.

Konon, penduduk di desa Belangian ini adalah warga pindahan dari Desa Kalaan yang tenggelam, dengan banyak spekulasi cerita mistis disana.

Penduduk disini sangat ramah dan tampil dengan kesederhanaan mereka.

Bagi mereka berkumpul dan saling membantu itulah yang paling utama.

Dan demi menjaga kelestarian hutan, warga membentuk Satgas Kelompok Masyarakat Peduli Api, selain itu pohon pohon di kawasan hutan Kahung dilabeli sesuai dengan nama warga yang bertanggung jawab merawat pohon pohon tersebut.

Menuju ke kaki Gunung Kahung tidaklah mudah, karena harus dicapai dengan kendaraan roda dua yang tangguh.
Ada shelter kembar tempat istirahat dengan suguhan rumah rumah panggung dan sungai jernih di sebelahnya.

Sepanjang perjalanan kita disuguhi aneka pepohonan, salah satunya pohon Kariwaya atau yang biasa disebut pohon beringin yang tampil bak gapura selamat datang.

Ada juga Pohon Binuang yang besar dan gagah.

Perjalanan bagi pengendara roda dua hanya sampai diujung jalan paping, disitu ada sungai Lua Dibatu dengan air jernih yang mengalir ramah di bawahnya.

Sungguh perjalanan yang asik dan berkesan, menyatu dengan alam yang terjaga keasliannya.
Ini baru sebagian kecil dari kawasan Geopark Meratus yang masih dalam penilaian Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO.

🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara
🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara
Exit mobile version