Tekan Angka Pungli, Pemkab Lampura Salurkan Kartu E-retribusi di Pasar

Tekan Angka Pungli, Pemkab Lampura Salurkan Kartu E-retribusi di Pasar

RILISID TV, Lampung Utara – Penjabat (Pj) Bupati Lampung Utara (Lampura) Aswarodi, menyerahkan secara simbolis kartu pembayaran retribusi pasar berbasis elektronik (E-retribusi), di pasar sentral Kotabumi, Rabu (4/9/2024).

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Junanto Herdiawan, informasi tentang kemajuan Lampura telah terdengar dimana-dimana, sehingga, tidak salah bila itu dibarengi dengan aplikasi dilapangan.

Hal itu dilakukan Khususnya untuk mendorong program digitalisasi di lini kehidupan masyarakat yang dimulai dari pemerintah daerah.

“Pasar sentral ini telah legend, karena dikunjungi Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo. Jadi namanya telah mendunia, dan pastinya telah menerapkan teknik-teknik berbasis digital semua,” terangnya.

Dijelaskannya pemerintah telah berupaya mendorong percepatan pembangunan yang salah satunya melalui sarana kemajuan tekhnologi dan informasi.

Sebelumnya telah ada program pengendalian daerah bernama TPID dan saat ini dinamai TP2TD yaitu percepatan pengembangan digital daerah.

“TPID kan masalah inflasi, Alhamdulilah di Lampung ada 6 kabupaten yang dapat mempertahankan angkanya. Itu mendapat intensif dari pusat, kemarin sekitar Rp6 miliar, khususnya TP2TD juga berlaku hal demikian,” jelasnya.

Aswarodi menyampaikan, penerapan E-retribusi Pasar merupakan langkah nyata dalam rangka modernisasi pengelolaan pasar di Lampura.

“Kami berharap dengan penerapan sistem ini, proses pembayaran retribusi akan menjadi lebih efisien, transparan, dan meminimalisir potensi kebocoran penerimaan daerah. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aswarodi menegaskan bahwa penerapan E-retribusi ini adalah salah satu wujud transformasi digital di Kabupaten Lampura, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang menginginkan kemudahan serta efisiensi dalam bertransaksi.

“Ini juga bisa menghindari dari oknum oknum yang melakukan pungli yang saat ini sedang merajalela tidak hanya di pasar, akan tetapi di jalan raya juga banyak ditemukan pungli” kata Aswarodi.

Disisi lain, Kepala Bapenda Lampura Desyadi menambahkan, bahwasanya program digitalisasi pembayaran retribusi bukanlah hal yang baru, melainkan telah diaplikasikan, dalam kehidupan keseharian.

“E-retribusi pasar ini bukan baru dilaunching, tapi telah diaplikasikan. Dan hari ini bisa langsung dibayarkan,” ujar Desyadi.

Exit mobile version