Menyusuri Sungai Barito, Menjenguk Bekantan, Si Hidung Panjang

RILISID TV, Kalimantan Selatan – Menyusuri sungai Barito Kalimantan dengan perahu kelotok adalah sebuah perjalanan yang sangat mengasikkan.

Baru baru ini, para Jurnalis dari Banten, Jogja, Riau, Kepri, Batam juga Aceh, dan saya dari Lampung bergabung untuk menuju satu tempat dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Sepanjang perjalanan kami begitu menikmati suguhan pemandangan yang gak bikin bosan.

Rumah rumah dipinggir sungai dengan segala aktifitasnya, dan saat meninggalkan anak sungai Martapuran menuju sungai Barito, adrenalin kami mulai bermain.

Sungai Barito yang begitu besar bak laut, sementara kami hanya naik perahu.

Sungai Barito dikenal sebagai pusat perekonomian di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kapal kapal tongkang pembawa batubara berseliweran disana dan menjadi pemandangan tersendiri bagi kami.

Disinilah para sultan kalimantan bertarung menambah pundi-pundi mereka.

Di Sepanjang perjalanan kamipun kerap berpapasan dengan warga setempat yang melakukan aktifitas dengan menggunakan transportasi sungai. Mengantar jemput anak sekolah, pergi ke kota, juga berdagang.

Dan sampailah kami di pulau curiak, tempat ini adalah stasiun riset bekantan.

Dan kami akan ditemani oleh sahabat bekantan indonesia yang akan bercerita banyak tentang upaya menjaga bekantan yang merupakan jenis primata yang dilindungi dan dijaga perkembangbiakannya.

Sebelum bertemu langsung dengan Bekantan kami diajak berkeliling di pusat riset ini.

Disini adalah tempat para pecinta bekantan berkumpul dan menjaga spesies bekantan untuk tetap hidup dan berkembang biak.

Pulau curiak juga difungsikan untuk pembibitan mangrove rambai yang merupakan makanan pokok bekantan.

Karna itu kamipun diajak menanam mangrove rambai sebagai bentuk kepedulian akan keberlangsungan hidup bekantan.

Selanjutnya kami menuju ke Pulau Bakut yang ditempuh sekitar 15 menit dari lokasi pusat riset Bekantan tadi.

Taman Wisata Alam Pulau Bakut juga merupakan salah satu kawasan konservasi di Kalimantan Selatan yang merupakan habitat Bekantan dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Kawasan ini telah ditetapkan sebagai site monitoring spesies prioritas terancam punah Bekantan di Kalimantan Selatan sejak Tahun 2012.

Pulau yang berada di bawah jembatan Barito ini merupakan hunian bagi Bekantan (Nasalis larvatus), satwa endemik Kalimantan yang merupakan maskot atau identitas provinsi Kalimantan Selatan.

Dan kamipun bisa melihat langsung primata berhidung panjang ini dari jarak yang cukup cukup dekat.

Ada rasa haru dan senang kami bisa meihat langsung Bekantan disini.

Harapan kami, Bekantan akan tetap hidup dan terjaga populasinya sebagai bagian dari kekayaan fauna Indonesia yang dititipkan di Pulau Kalimantan.

🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara
🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara
Exit mobile version