RILISID TV, Pesisir Barat – Pulau Pisang adalah sebuah pulau yang berada di wilayah Kabupaten Pesisir Barat Lampung.
Kecamatan Pulau Pisang lahir berdasarkan Peraturan Daerah Nomor : 6 Tahun 2012 melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor : G/508/B.ll/HK/2012 tentang persetujuan Pembentukan Kecamatan Pulau Pisang, meskipun pulau ini sudah ada sejak lama, bahkan sejak jaman penjajahan Belanda, terbukti dengan adanya satu bangunan sekolah dasar disana yang disebut dengan SD Belanda.
Kecamatan ini sebelumnya merupakan bagian dari Wilayah Pesisir Utara yang terdiri dari 6 pekon yaitu: Pekon Pasar Pulau Pisang, Pekon Bandar Dalam, Pekon Pekon Lok, Pekon Sukadana, Pekon Sukamarga dan Pekon Labuhan.
Pulau Pisang memiliki luas wilayah 313 Hektare dengan jumlah Penduduk saat ini tak kurang dari 2000an jiwa, dengan batas wilayah Kecamatan Pulau Pisang yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Penduduk di kecamatan pulau pisang dominan bermata pencarian sebagai nelayan, selain itu adalah petani cengkeh.
Jika kita berkeliling disana, akan terlihat banyakmya pohon cengkeh yang tumbuh besar.
Di desa ini suasana tampak begitu tenang dan damai, masyarakat sangat menjaga kekeluargaan satu sama lain, dan saling membantu dalam kesulitan.
Disini terdapat 2 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah pertama dengan fasilitas seadanya, bahkan salah satu SD masih dengan bangunan sisa jaman Belanda, karnanya disebut SD Belanda.
Masyarakat Pulau Pisang dianugerahi alam yang begitu indah dengan pantai pantainya yang bersih disertai pemandangan luar biasa yang langsung menghadap ke lautan lepas.
Namun sayang, keindahan ini seperti sangat sulit untuk disentuh, karna akses yang begitu sulit menuju ke lokasi ini. Akhirnya wisatawan pun sepi.
Meski bagi warga setempat melewati laut lepas menuju ke kota Krui adalah hal yang biasa meskipun terkadang harus berhadapan dengan angin kencang bahkan hujan badai, namun itu menjadi hal yang tak biasa bagi pendatang.
Perahu yang membawa penumpang menuju pulau pisang tampak tidak memberi jaminan keselamatan.
Hanya bermodal pengalaman dari si tukang perahu yang biasa mondar mandir melintas disana.
Menurut peratin atau kepala desa Sukadana kecamatan Pulau Pisang Markoni Efta, pihaknya sangat ingin pulau pisang menjadi salah satu destinasi wisata di Lampung.
Namun kapal pengangkut penumpang adalah kendala utamanya.
Pulau pisang seharusnya adalah sesuatu yang luar biasa bagi Provinsi Lampung.
Tinggal sejauh mana kepedulian pemerintah setempat untuk membuat pulau pisang menjadi bagian dari deretan destinasi wisata di Lampung yang ramai dikunjungi pelancong yang datang tak hanya dari lokal tapi juga mancanegara.
