Guru Terjerat Narkoba, DPRD Lampung Minta Evaluasi Pengawasan Tenaga Pendidik

banner 468x60

Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat seorang guru sekolah dasar (SD) perempuan di Kabupaten Pringsewu menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan di Provinsi Lampung.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Syukron Mukhtar, menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan tenaga pendidik.

“Peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai kasus individu semata, tetapi menjadi bahan evaluasi bagi sistem pengawasan dan pembinaan guru,” ujar Syukron, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pengawasan terhadap integritas dan perilaku tenaga pendidik harus dilakukan secara berkelanjutan.

Syukron menegaskan, meskipun yang terlibat hanya oknum, kasus tersebut tetap berdampak terhadap citra dunia pendidikan.

“Ini memang oknum, bukan gambaran seluruh guru. Namun tetap saja, dampaknya besar. Kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan bisa tergerus jika tidak segera direspons dengan langkah konkret,” tegasnya.

Ia mengatakan Komisi V DPRD Lampung mendorong dinas pendidikan kabupaten/kota memperkuat instrumen pembinaan terhadap guru.

Langkah tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui pendampingan psikologis serta pengawasan berkala terhadap tenaga pendidik.

Selain itu, Syukron juga mengusulkan adanya sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian dalam upaya pencegahan.

Menurutnya, langkah preventif seperti sosialisasi bahaya narkoba hingga tes urin secara periodik dapat dipertimbangkan untuk menjaga integritas tenaga pendidik.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi panutan. Karena itu, pembinaan harus komprehensif, bukan hanya soal kompetensi akademik, tetapi juga integritas dan moralitas,” katanya.

Syukron berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan marwah dunia pendidikan di Lampung tetap terjaga.

“Ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat sistem. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network