BERITA  

Young Hadirkan Single “Retak Seribu”, Melanjutkan Jejak Empat Tahun Berkarya

banner 468x60

 

JAKARTA — Musisi Young kembali melanjutkan perjalanan bermusiknya melalui single terbaru berjudul “Retak Seribu”. Lagu ini resmi dirilis pada 7 September 2026, sekaligus menjadi karya keempat yang menandai konsistensi Young menghadirkan single baru setiap tanggal 7 September.

Perjalanan tersebut dimulai pada 7 September 2023, ketika Young memperkenalkan single pertamanya berjudul “Tunggu Aku”. Setahun kemudian, tepat pada 7 September 2024, ia kembali merilis karya kedua bertajuk “Logika Cinta”.

Konsistensi itu berlanjut pada 7 September 2025 melalui single ketiga, “Pelindungmu”. Hingga akhirnya pada tahun ini, Young kembali memilih tanggal yang sama untuk memperkenalkan karya keempatnya, “Retak Seribu”.

Empat single yang dirilis dalam empat tahun tersebut menjadi bagian dari perjalanan Young dalam membangun identitas bermusiknya. Bukan hanya produktif menghasilkan karya, ia juga menjadikan setiap lagu sebagai ruang untuk menyampaikan cerita dan emosi yang dekat dengan kehidupan manusia, terutama tentang cinta dan berbagai bentuk perasaan yang menyertainya.
Jika karya-karya sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan tersebut, “Retak Seribu” menghadirkan sisi emosional yang lebih dalam. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang memilih mencintai dari kejauhan, meski menyadari bahwa cinta tersebut mungkin tidak akan pernah berujung pada sebuah kepemilikan.
Melalui liriknya, Young menggambarkan pergulatan seseorang yang masih menyimpan perasaan, mengetahui hal-hal kecil tentang orang yang dicintainya, namun memilih untuk tidak menuntut. Perasaan itu justru disimpan dalam diam dan diwujudkan melalui doa.
Di sinilah makna “Retak Seribu” terasa kuat. Luka tidak digambarkan semata-mata sebagai alasan untuk pergi atau membenci, tetapi sebagai konsekuensi dari sebuah perasaan yang tetap dipertahankan dengan cara yang sunyi.
Cinta dalam lagu ini juga hadir sebagai bentuk pengorbanan. Ketika orang yang dicintai memilih jalan dan kebahagiaannya sendiri, tokoh dalam lagu tetap menempatkan kebahagiaan tersebut sebagai sesuatu yang penting, meskipun dirinya harus menerima kenyataan bahwa kebahagiaan itu mungkin bukan bersamanya.

Pesan tersebut membuat “Retak Seribu” tidak hanya berbicara mengenai patah hati. Lagu ini juga membawa gagasan tentang keikhlasan, bahwa mencintai tidak selalu harus memiliki, dan terkadang bentuk cinta yang paling dalam justru adalah kemampuan untuk menjaga perasaan, mendoakan, kemudian merelakan.

Kehadiran single keempat ini sekaligus memperlihatkan kesinambungan perjalanan musikal Yowung sejak “Tunggu Aku”, “Logika Cinta”, “Pelindungmu”, hingga “Retak Seribu”. Empat judul tersebut hadir pada tanggal yang sama, 7 September, selama empat tahun berturut-turut.

Konsistensi tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan Young sebagai musisi. Setiap tahun, tanggal 7 September bukan hanya menjadi waktu perilisan karya baru, tetapi juga seperti penanda perjalanan untuk terus tumbuh dan menghadirkan cerita melalui musik.
Lewat “Retak Seribu”, Young kembali mengajak pendengar masuk ke dalam cerita tentang cinta yang tidak selesai dengan memiliki. Tentang perasaan yang mungkin harus disimpan, luka yang harus diterima, dan doa yang tetap diberikan kepada seseorang yang pernah begitu berarti.
Empat tahun, empat single, dan satu tanggal yang terus dipertahankan. Perjalanan Young masih berlanjut, membawa cerita baru dari setiap karya yang lahir dan membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan bagian dari kisah mereka sendiri di dalam musiknya.***

🎬 Lihat Video
— ✕
🔊 Klik untuk aktifkan suara
Penulis: Novi Balga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *