MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, DPRD Lampung Minta Kualitas Menu dan Anggaran Diawasi Ketat

banner 468x60

Pemerintah pusat memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan dengan skema dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Mekanisme distribusi pun disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah puasa.

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa, mengatakan kebijakan tersebut sebelumnya telah dijelaskan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penyesuaian dilakukan agar program pemenuhan gizi anak tetap berjalan tanpa mengurangi kekhidmatan Ramadan.

Selama bulan suci, makanan dalam program MBG tidak dikonsumsi di sekolah, melainkan dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa. Menu yang disiapkan pun berupa makanan kering dan tahan lama.

“MBG tetap ada selama Ramadan, tetapi tidak dimakan di tempat. Anak-anak bisa mengonsumsinya saat berbuka. Menu juga disesuaikan, seperti roti, susu, dan buah yang bisa dinikmati pada malam hari,” ujar Andika, Senin (23/02/2026).

Meski demikian, kebijakan ini memunculkan pro dan kontra. Sebagian pihak menilai pelaksanaannya kurang tepat karena dikhawatirkan mengganggu kekhusyukan ibadah, terutama bagi anak-anak. Ada pula yang mempertanyakan urgensi program tersebut di bulan puasa.

Menanggapi hal itu, Andika menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam kebijakan publik. Ia menegaskan tujuan utama MBG adalah memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, termasuk selama Ramadan.

“Namanya program pemerintah tentu sudah melalui perhitungan dan kajian. Jika niatnya untuk membantu kebutuhan gizi anak, terutama sebagai tambahan menu berbuka, tentu patut didukung,” tegasnya.

Ia juga meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) memperhatikan kualitas dan komposisi menu yang dibagikan. Makanan harus segar, bergizi seimbang, serta sesuai kebutuhan anak selama berpuasa. Buah seperti pisang dan apel serta susu dinilai tepat karena praktis dan tetap bernilai gizi.

“Menu harus benar-benar diperhatikan. Jangan asal-asalan atau sekadar makanan kering. Kualitas dan kesegaran harus dijaga, serta kandungan gizinya diperhitungkan dengan baik,” katanya.

Selain kualitas, Andika menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan penggunaan anggaran. Ia mengingatkan agar alokasi dana per porsi benar-benar digunakan untuk kepentingan pemenuhan gizi anak.

“Jika anggaran per porsi sudah ditetapkan, maka harus digunakan sebagaimana mestinya. Prioritasnya adalah kebutuhan gizi anak. Jika menu baik dan sesuai, masyarakat tentu tidak akan mempermasalahkan,” pungkasnya.

Dengan penguatan pengawasan kualitas menu dan distribusi, DPRD Lampung berharap program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadan serta memberi manfaat nyata bagi peserta didik tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network