Wamenkes Apresiasi Langkah Pemkot Bandar Lampung Tangani TBC

banner 468x60

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dr. Benjamin Paulus Octavianus melakukan tinjauan dan pengarahan langsung terkait penanganan tuberkulosis atau TBC di Bandar Lampung.

Peninjauan tersebut didampingi langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Alhamdulillah Wiyagus, berserta Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, dan Wali Kota Bandar Lampung di Puskesmas Way Halim, Selasa (14/4/2026).

Benjamin menyebut, kunjungannya kali ini guna melihat langsung penanganan dan penanggulangan penyakit TBC di Kota Bandar Lampung.

Langkah ini dilakukan guna menekan angka kasus TBC secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Wamenkes RI menegaskan, Presiden menaruh perhatian besar terhadap tingginya kasus TBC di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah mengakselerasi program pemberantasan TBC dengan melibatkan berbagai kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan, hingga Kementerian Sosial.

“Penanganan TBC tidak bisa sendiri, harus lintas sektor. Kami juga sudah berdiskusi secara teknis dengan kader di Puskesmas, Posyandu, hingga Pustu untuk memperkuat sosialisasi dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan penurunan signifikan kasus TBC dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan melalui penguatan strategi dan struktur penanganan yang lebih maksimal.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai mampu mengorkestrasi penanggulangan TBC hingga ke tingkat paling bawah.

“Mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW sudah dilibatkan. Ini yang kita harapkan, karena penanganan TBC tidak bisa parsial, harus kolaboratif,” kata Wiyagus.

Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, akademisi, hingga media, dalam mengedukasi masyarakat bahwa TBC bukan penyakit yang harus disembunyikan.

“TBC bukan aib, ini penyakit yang bisa diobati. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri,” tambahnya.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk mendukung penuh program percepatan penanganan TBC.

Ia mengaku pihaknya akan bergerak lebih masif dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan kasus di lapangan.

“Kami akan buktikan Kota Bandar Lampung bisa menjadi contoh dalam penanganan TBC, tentu dengan dukungan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Senada, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut penanggulangan TBC menjadi salah satu program prioritas di daerahnya. Berdasarkan data tahun 2025, capaian eliminasi TBC di Lampung telah mencapai 95 persen.

“Di tahun 2026 ini kami targetkan lebih banyak kasus yang ditemukan dan diobati hingga sembuh. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM di Lampung,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan deteksi dini guna memastikan penanganan TBC berjalan optimal di seluruh wilayah Lampung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network