Ketua Badan Kehormatan DPRD Bandar Lampung, Yuhadi, turut memberikan penjelasan terkait isu penggerebekan terhadap dua anggotanya di sebuah hotel di Bandar Lampung.
Yuhadi mengatakan, dirinya tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum terdapat bukti yang jelas mengenai dugaan tersebut.
”Kalau ada bukti, silakan sajikan kepada saya. Saya akan mempersilakan untuk diproses sesuai ketentuan,” kata Yuhadi.
Akan tetapi, sebelum ini, pihaknya tidak memberikan tanggapan, lantaran sumber informasi yang menjadi dasar munculnya isu tersebut.
Menurutnya, informasi yang beredar tidak menjelaskan secara terang siapa narasumber dan sumber peristiwa yang dimaksud.
”Yang pertama, sumber beritanya tidak jelas dan narasumbernya juga tidak jelas. Ada peristiwa yang disebut diduga, tetapi faktanya belum jelas,” ujarnya.
Yuhadi mengaku telah berkomunikasi dengan Sriningsih serta melakukan pengecekan terhadap lokasi yang disebut dalam isu tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Yuhadi menyatakan tidak menemukan fakta yang membuktikan adanya peristiwa penggerebekan sebagaimana yang ramai diberitakan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyebarkan foto maupun narasi di media sosial, terlebih jika konten tersebut memuat tuduhan yang dapat merugikan seseorang.
”Jejak digital tidak bisa begitu saja dihapus. Karena itu, kita harus berhati-hati menggunakan teknologi dan media sosial,” katanya.
Pihak Sriningsih menegaskan akan terus menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi palsu dan mencemarkan nama baik.
Namun, mereka juga membuka ruang bagi media untuk melakukan koreksi apabila terdapat pemberitaan yang terbukti tidak akurat. (*)
