Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Rampasan Negara Rp7 Triliun ke PT Timah

banner 468x60

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk.

Acara berlangsung di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10/2025).

Proses serah terima dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, lalu kepada CEO Danantara, hingga akhirnya diserahkan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk.

Presiden Prabowo menyebut momen ini sebagai langkah besar dalam upaya negara memulihkan kerugian akibat praktik tambang ilegal.

“Pagi ini saya ke Bangka. Bersama-sama kita menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan swasta yang melanggar hukum,” katanya.

Barang rampasan negara yang diserahkan mencakup beragam aset bernilai besar, antara lain:

1. 108 unit alat berat
2. 99,04 ton produk kristal Sn
3. 94,47 ton crude tin (112 balok)
4. Aluminium 18,26 ton
5. Logam timah Rfe 29 ton
6. Mess karyawan 1 unit
7. Kendaraan 53 unit
8. 22 bidang tanah seluas 238.848 m²
9. 195 unit alat pertambangan
10. 680.687,6 kg logam timah
11. 6 unit smelter
12. Uang tunai disetorkan ke kas negara: Rp202,7 miliar, USD3,15 juta, JPY53 juta, SGD524 ribu, EUR765, KRW100 ribu, dan AUD1.840

Presiden mengungkapkan nilai aset yang berhasil disita mencapai Rp6–7 triliun, belum termasuk tanah jarang (rare earth/monasit) yang disebut memiliki nilai sangat besar.

“Nilainya mendekati Rp6–7 triliun. Tapi tanah jarang belum dihitung. Monasit itu bisa ratusan ribu dolar per ton,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menyebut total kerugian negara akibat tambang ilegal di kawasan PT Timah mencapai sekitar Rp300 triliun.

“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja. Sudah 300 triliun, dan ini harus kita hentikan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network