Tersangka Satelit Kemenhan, Purnawirawan L: Saya Sesuai Perintah Atasan dan Sudah Ratas dengan Presiden

banner 468x60

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan satelit pada slot orbit 123 derajat bujur timur di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tahun 2016 kini resmi diserahkan ke Oditur Militer.

Salah satu dari mereka, Laksamana Muda TNI (Purn) L yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Sarana Pertahanan, menyatakan bahwa ia hanya menjalankan instruksi dari pimpinan.

L menyampaikan hal tersebut setelah konferensi pers pelimpahan kasus. Ia mengaku bahwa atasannya Menteri Pertahanan saat itu telah menggelar rapat terbatas dengan Presiden. Pada 2016, posisi Menhan diisi oleh Ryamizard Ryacudu.

Sebagai tambahan, L diketahui menandatangani kontrak penyediaan terminal pengguna dan peralatan pendukung (Agreement For The Provision Of User Terminal And Related Service And Equipment) dengan CEONavayo International AG berinisial GK pada Juli 2016. Nilai proyek yang awalnya USD 34.194.300 kemudian disesuaikan menjadi USD 29.900.000.

“Pertama, saya melaksanakan perintah atasan dan atasan saya sudah melaksanakan rapat terbatas di depan Presiden dengan program ini,” katanya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2025).

Tersangka kemudian ditanya wartawan siapa atasan yang dimaksud. “Menhan (era 2016),” jawab tersangka.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memperoleh keuntungan apa pun dari proyek itu, seperti yang disampaikan penyidik. Ia juga menambahkan bahwa hingga kini Kemenhan belum mengeluarkan anggaran untuk proyek tersebut.

“Kedua, saya tidak menerima sepersen pun duit, saya tidak melakukan korupsi. Ketiga, belum ada negara membayar, belum ada keluar anggaran sama sekali sehingga tidak ada kerugian negara,” pungkasnya.

Sebagai catatan, Jampidmil menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu:
1. Laksamana Muda TNI (Purn) L, Kepala Badan Sarana Pertahanan sekaligus PPK.
2. ATVDH, perantara berkewarganegaraan Amerika Serikat.
3. GK, CRO Navayo International AG asal Hungaria.

🎬 Lihat Video
— ✕
🔊 Klik untuk aktifkan suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *