BERITA  

Prof. Rudy dan Gagasan RISE: Menawarkan Unila yang Sejahtera, Inovatif dan Berkelas Global

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D. menjadi salah satu sosok yang maju sebagai calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031.
Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila ini membawa pengalaman panjang di bidang akademik, penelitian, hukum konstitusi, pembangunan hukum, perundang-undangan hingga tata kelola pemerintahan.
Lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia akademik, Prof. Rudy tidak hanya membangun rekam jejak di lingkungan kampus, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan di tingkat nasional dan internasional.
Ia tercatat pernah menjadi Visiting Professor pada Law and Development Program di Kobe University, Jepang. Di lingkungan Unila, Prof. Rudy pernah dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan pada 2023–2024, Sekretaris LPPM pada 2019–2023, serta Plt. Ketua LPPM pada 2023.
Pengalamannya juga bersinggungan langsung dengan proses penyusunan regulasi nasional. Prof. Rudy pernah menjadi Staf Ahli Perancangan Peraturan Perundang-undangan DPD RI pada 2015–2022 dan Ketua Tim Ahli Prolegnas PPUU DPD RI pada 2024.
Pada 2026, ia juga tercatat sebagai saksi ahli Presiden dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi serta menjadi narasumber ahli dalam pembahasan RUU Kepolisian.
Pendidikan dan Rekam Jejak Akademik
Prof. Rudy menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Indonesia. Pendidikan kemudian dilanjutkan di Kobe University, Jepang, dengan meraih Master of Laws dan Doctor of Laws dalam bidang Law and Development.
Rekam jejak akademiknya juga diperkuat melalui berbagai penelitian dan publikasi. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan antara lain terkait pemulihan bencana di kawasan pesisir Lampung, penyederhanaan legislasi melalui aplikasi OmniLaw, serta penguatan dan pemberdayaan desa melalui model hukum pengayoman.
Ia juga tercatat sebagai penulis dan editor lebih dari 20 buku atau monograf, selain menghasilkan berbagai artikel ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dibawa Prof. Rudy dalam pencalonannya sebagai Rektor Unila.
Membawa Visi RISE untuk Unila
Dalam pencalonannya, Prof. Rudy mengusung gagasan RISE, yang merupakan akronim dari Resilient, Innovative, Sustainable and Excellent.
Melalui gagasan tersebut, Prof. Rudy menawarkan arah pengembangan Unila sebagai perguruan tinggi yang unggul, sejahtera, inovatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak global.
Konsep RISE dibangun melalui sejumlah agenda besar, mulai dari transformasi tata kelola universitas, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, hingga peningkatan daya saing internasional.
Visi tersebut tidak hanya menempatkan reputasi akademik sebagai ukuran keberhasilan universitas. Kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, kualitas tata kelola, pemanfaatan data, dampak penelitian serta penguatan jejaring internasional juga menjadi bagian penting dari arah kepemimpinan yang ditawarkan.
Lima Misi Utama
Untuk menerjemahkan visi RISE ke dalam arah kebijakan universitas, Prof. Rudy merumuskan lima misi utama.
Pertama, mewujudkan dosen dan tenaga kependidikan yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing.
Kedua, menjadikan Universitas Lampung sebagai kampus berjaya dengan reputasi unggul di tingkat nasional.
Ketiga, mengembangkan Unila sebagai kampus yang memberikan dampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Keempat, mengantarkan Universitas Lampung menjadi universitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Kelima, mewujudkan tata kelola universitas yang modern, profesional, dan terpercaya.
Lima misi tersebut memperlihatkan upaya Prof. Rudy untuk menghubungkan penguatan internal universitas dengan peningkatan posisi Unila di tingkat nasional maupun internasional.
Lima Program yang Ditawarkan
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Prof. Rudy menawarkan sejumlah program prioritas yang menjadi bagian dari gagasan kepemimpinannya.
1. Unila Sejahtera
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
Menurut gagasan yang ditawarkan, sumber daya manusia merupakan fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul. Karena itu, peningkatan kesejahteraan berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing.

2. Smart Academic Ecosystem
Prof. Rudy juga menawarkan pembangunan Smart Academic Ecosystem, yakni pengembangan ekosistem akademik Unila yang berbasis data.
Pemanfaatan data diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, pengelolaan akademik, serta pengembangan universitas secara lebih terukur.
3. Impactful Research and Innovation
Di bidang penelitian dan inovasi, Prof. Rudy membawa gagasan Impactful Research and Innovation.
Program ini diarahkan agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah, bangsa, maupun dunia internasional.
4. Global Unila
Program Global Unila diarahkan untuk memperkuat reputasi internasional Universitas Lampung.
Penguatan jejaring akademik internasional, peningkatan daya saing, serta keterlibatan Unila dalam lingkungan pendidikan tinggi global menjadi bagian dari upaya membawa kampus berjaya di tingkat internasional.
5. Good University Governance 4.0
Pada aspek tata kelola, Prof. Rudy menawarkan konsep Good University Governance 4.0.
Gagasan ini diarahkan untuk membangun tata kelola universitas yang modern, profesional, transparan, dan terpercaya, sejalan dengan tuntutan pengelolaan perguruan tinggi di era transformasi digital.
Membawa Pengalaman Hukum dan Akademik ke Kepemimpinan Unila
Jika melihat rekam jejak dan gagasan yang ditawarkan, Prof. Rudy membawa pengalaman yang cukup beragam dalam kontestasi pemilihan Rektor Unila.
Latar belakang sebagai akademisi dan Guru Besar Hukum Tata Negara berpadu dengan pengalaman di bidang penelitian, legislasi, tata kelola pemerintahan serta manajemen kelembagaan universitas.
Pengalamannya sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan serta keterlibatannya dalam LPPM menjadi bekal pengalaman dalam memahami pengelolaan institusi dari dalam.
Sementara pengalaman sebagai Visiting Professor di Kobe University serta keterlibatannya dalam berbagai forum akademik dan hukum di tingkat nasional maupun internasional menjadi bagian dari perspektif yang ditawarkan untuk memperkuat posisi Unila di kancah global.
Melalui RISE, Prof. Rudy menawarkan arah pengembangan Unila yang bertumpu pada sejumlah fondasi utama: kesejahteraan sumber daya manusia, ekosistem akademik berbasis data, penelitian yang memberikan dampak, penguatan reputasi global, serta tata kelola universitas yang modern dan profesional.
Gagasan tersebut menjadi tawaran Prof. Rudy untuk membawa Universitas Lampung menuju perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sejahtera bagi sivitas akademika, inovatif dalam menghadapi perubahan, kuat dalam tata kelola, serta mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia.
Dengan demikian, RISE bukan sekadar akronim visi, tetapi menjadi kerangka yang ditawarkan Prof. Rudy dalam membangun arah baru Universitas Lampung menuju periode kepemimpinan 2027–2031.
Catatan kecil: di naskah awal tertulis “empat program prioritas”, tetapi kemudian ada lima program yang disebutkan. Saya sudah membetulkannya menjadi “lima program yang ditawarkan” agar konsisten.***

🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *