BERITA  

Mobil Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau? Jangan Langsung Dilap, Ini Cara yang Benar

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG โ€” Hujan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah wilayah di Provinsi Lampung, termasuk Kota Bandar Lampung, diselimuti debu vulkanik pada Sabtu (5/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026).
Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Badan Geologi mencatat erupsi menerus terjadi sejak Sabtu malam dan disertai suara gemuruh. Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga, dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Dampak abu vulkanik juga dirasakan di sejumlah wilayah Lampung. Bahkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Minggu pagi melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol yang tertutup abu vulkanik untuk mengurangi debu yang beterbangan dan mengganggu pengguna jalan.

Kondisi ini membuat kendaraan warga, khususnya mobil yang terparkir di luar ruangan, turut terkena abu vulkanik.
Namun, pemilik kendaraan diminta tidak sembarangan membersihkan abu yang menempel pada bodi mobil.
Abu vulkanik berbeda dengan debu jalanan biasa. Partikelnya dapat memiliki tekstur tajam seperti butiran kaca berukuran sangat kecil. Jika langsung dilap ketika kondisinya masih kering, partikel tersebut berpotensi menimbulkan gesekan pada permukaan cat dan menyebabkan baret halus.
Selain itu, abu vulkanik yang dibiarkan terlalu lama menempel pada permukaan kendaraan juga dapat berpotensi mengganggu lapisan pelindung cat, terutama jika bercampur dengan air atau kelembapan.

Jangan Langsung Dilap

Bagi pemilik kendaraan yang mobilnya terkena abu vulkanik, langkah pertama yang disarankan adalah membilas kendaraan menggunakan air dalam jumlah cukup banyak.
Air digunakan untuk meluruhkan dan menjatuhkan partikel abu dari permukaan bodi kendaraan.
Jangan langsung menggunakan lap, spons, atau mengusap permukaan mobil yang masih dipenuhi abu dalam kondisi kering.
Sebab, gerakan mengelap dapat membuat partikel abu bergesekan dengan cat kendaraan sehingga berpotensi menimbulkan goresan.
Setelah sebagian besar abu luruh dan permukaan kendaraan sudah bersih dari partikel kasar, barulah kendaraan dapat dicuci menggunakan shampo khusus mobil dan spons yang bersih.
Setelah selesai dicuci, kendaraan sebaiknya dikeringkan menggunakan lap microfiber yang bersih dan lembut, dengan memastikan tidak ada lagi sisa abu vulkanik yang tertinggal di permukaan.

Hindari Mengusap Abu dalam Kondisi Kering

Pemilik kendaraan juga sebaiknya tidak menggunakan kemoceng, kain kering, atau langsung membawa mobil untuk dipoles ketika abu vulkanik masih menempel tebal.
Prinsipnya, luruhkan terlebih dahulu abu menggunakan air, kemudian cuci kendaraan setelah partikel-partikel kasar tersebut terangkat.
Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko baret pada cat kendaraan akibat karakteristik partikel abu vulkanik yang tajam.

Sementara itu, masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik juga diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta Badan Geologi/PVMBG.
Dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung, masyarakat Lampung diminta tetap tenang namun waspada dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. ***

๐ŸŽฌ Lihat Video
โ€” โœ•
๐Ÿ”Š Klik untuk aktifkan suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *