BERITA  

Komisi III DPRD Bandar Lampung Raker Bahas Soal Penanganan Banjir dan Fasum

banner 468x60

RILISID TV – Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat kerja dengan instansi terkait membahas sejumlah isu strategis terkait pembangunan dan pengelolaan kota, Jumat (17/3/2025).

Rapat yang dimpimpin Ketua Komisi III Agus Djumadi fokus utama rapat meliputi perizinan pembangunan gedung acara.

Penanganan Pembuangan Instalasi dan Limbah (PIEL) terkait banjir, serta pengelolaan fasilitas umum, fasilitas sosial, dan ruang terbuka hijau (RTH).

Ketua Komisi III DPRD, Agus Djumadi menyatakan bahwa pembahasan ini bertujuan untuk memastikan pembangunan di Kota Bandar Lampung berjalan sesuai peraturan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Setiap aspek pembangunan harus memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” ujarnya.

Poin-Poin Pembahasan Penting

Perizinan Pembangunan Gedung Acara: DPRD menyoroti pentingnya penerbitan izin yang transparan dan sesuai regulasi agar pembangunan gedung acara tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Standar teknis, seperti ketersediaan lahan parkir dan sistem pengelolaan limbah, menjadi perhatian utama.

Penanganan PIEL dan Banjir: Rapat menyoroti perlunya peningkatan kapasitas infrastruktur pembuangan limbah untuk mengurangi risiko banjir di kota.

Sistem PIEL yang efektif dapat mencegah genangan air yang sering mengganggu aktivitas masyarakat.

Pengelolaan Fasilitas Umum dan Sosial: DPRD menekankan pentingnya perawatan fasilitas umum dan sosial, seperti taman kota, trotoar, dan fasilitas olahraga, agar tetap layak digunakan oleh masyarakat.

Ruang Terbuka Hijau (RTH): Penambahan dan pemeliharaan RTH menjadi prioritas untuk mendukung program lingkungan yang berkelanjutan. DPRD juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi RTH.

Dedi Yuginta menambahkan, Komisi III DPRD berkomitmen melakukan pengawasan secara konsisten agar kebijakan dan pembangunan kota mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Dengan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang nyaman, aman, dan berkelanjutan,” tambah Dedi Yuginta.

DPRD akan terus memonitor implementasi kebijakan terkait dan mendorong inovasi untuk menyelesaikan permasalahan perkotaan, seperti banjir dan degradasi lingkungan.

Komisi III juga akan mengadakan forum diskusi terbuka untuk menjaring masukan dari masyarakat mengenai pengelolaan fasilitas publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network