BERITA  

Dari Dokter hingga Wakil Rektor, Ini Rekam Jejak Prof. Asep Sukohar Menuju Pilrek Unila

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP menjadi salah satu nama yang kembali diperbincangkan dalam bursa calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031.
Dokter, akademisi, sekaligus pengelola perguruan tinggi ini memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di lingkungan Unila. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dibawanya dalam pencalonan Rektor Unila dengan tagline “EXCELLENT”.
Rekam jejak Prof. Asep tidak hanya dibangun dari aktivitas akademik, tetapi juga dari pengalaman manajerial, pengembangan institusi, tata kelola, riset, hingga kerja sama dengan berbagai mitra.
Dari Dokter hingga Akademisi Unila
Perjalanan profesional Prof. Asep bermula dari dunia kedokteran. Ia pernah bertugas sebagai dokter ICU RSPAD, dokter di RS Paviliyun Kartika, dokter PTT, hingga memimpin sejumlah puskesmas di Lampung dan Bengkulu.
Kariernya kemudian berkembang ke dunia akademik. Sejak 2002, Prof. Asep tercatat sebagai dosen Universitas Lampung dan terus aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi hingga saat ini.
Di lingkungan Fakultas Kedokteran Unila, ia pernah dipercaya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama periode 2014–2019. Ia kemudian dipercaya menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila periode 2020–2023.
Saat ini, Prof. Asep tercatat sebagai Ketua Senat Fakultas Kedokteran Unila periode 2023–2027.
Pengalaman tersebut membuat rekam jejaknya mencakup berbagai tingkatan pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari fakultas hingga tingkat universitas.

Mendorong Digitalisasi dan Penguatan Tata Kelola

Salah satu aspek yang menonjol dalam rekam jejak Prof. Asep adalah penguatan tata kelola berbasis digital.
Saat berada dalam jajaran pimpinan universitas, ia turut mendorong integrasi sistem informasi, pengembangan Executive Dashboard, serta penguatan pengukuran kinerja berbasis data sebagai instrumen pemantauan dan pengambilan keputusan.
Ia juga tercatat berkontribusi dalam pengembangan sistem keringanan dan pembebasan UKT melalui SIKEBAS Unila serta transformasi digital pelayanan vaksinasi COVID-19.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Prof. Asep juga menaruh perhatian terhadap percepatan guru besar melalui sistem Penilaian Angka Kredit (PAK).
Dalam dokumen rekam jejaknya disebutkan, jumlah guru besar Unila yang pada awal 2019 tercatat 67 orang meningkat menjadi 118 orang pada November 2023 dan mencapai 173 guru besar pada 2026.

Terlibat dalam Pengembangan RSPTN Unila

Pengalaman manajerial Prof. Asep juga terlihat dari keterlibatannya dalam pembangunan dan pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila.
Ia terlibat sejak tahap persiapan pembangunan RSPTN pada 2015. Ketika menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Asep turut terlibat dalam finalisasi desain RSPTN dengan mendorong konsep rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan riset, pembelajaran dan teknologi informasi.
Konsep tersebut juga diarahkan pada pengembangan rumah sakit dengan prinsip smart and green building.
Selain itu, Prof. Asep turut terlibat dalam koordinasi Tim RSPTN serta percepatan Project Implementation Unit (PIU) RSPTN Unila.
Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam pembangunan infrastruktur strategis sekaligus pengembangan ekosistem pendidikan, penelitian dan layanan kesehatan di lingkungan kampus.
Memperkuat Akademik dan Program Studi
Kontribusi Prof. Asep di Unila juga tercatat dalam pengembangan sejumlah program studi, termasuk Program Studi Pendidikan Dokter yang mulai beroperasi pada 2002, Program Studi Farmasi yang berdiri pada 2018, Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi hingga Program Studi Profesi Apoteker.
Di luar kampus, ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya BPJS Kesehatan Provinsi Lampung, anggota Dewan Pengawas RSUD Abdul Moeloek, serta anggota Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Lampung.
Pengalaman tersebut memperluas rekam jejaknya tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga pada tata kelola pelayanan kesehatan dan kelembagaan.

 

Aktif dalam Riset dan Kerja Sama Internasional

Sebagai akademisi di bidang farmakologi onkologi dan farmasi klinis, Prof. Asep juga memiliki rekam jejak dalam penelitian.
Sejumlah penelitian yang dilakukannya berkaitan dengan potensi bahan alam sebagai antikanker, antara lain kopi, tanaman jarak, melinjo dan sirsak.
Ia juga disebut sebagai salah satu pionir penelitian mikroRNA di lingkungan Unila, khususnya terkait miRNA-146A sebagai biomarker dan pemetaan gen pada karsinoma hepatoseluler.
Di bidang kerja sama internasional, Prof. Asep memiliki pengalaman menjalin hubungan akademik dan kedokteran dengan sejumlah institusi luar negeri, di antaranya Sirindhorn College of Public Health Thailand, University of Ostrava Republik Ceko, Bradford University Newton Foundation Inggris, serta sejumlah institusi kedokteran di Amerika Serikat.
Membawa Gagasan Unila yang Unggul dan Berdaya Saing
Dalam pencalonan Rektor Unila periode 2023–2027, Prof. Asep pernah mengusung visi “mentransformasikan ekosistem unggul Unila yang bermartabat dan berdaya saing melalui kolaborasi dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045.”
Salah satu misi yang ditekankan adalah mewujudkan tata kelola universitas yang baik atau good university governance.
Gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam arah kepemimpinan yang ditawarkan Prof. Asep. Penguatan tata kelola tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan administrasi, tetapi juga sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas akademik, riset, sumber daya manusia dan daya saing universitas.
Jika dipercaya memimpin Unila, arah tersebut dapat diterjemahkan melalui penguatan sistem tata kelola berbasis data dan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pengembangan guru besar, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi.
Kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah, perguruan tinggi lain dan mitra internasional juga menjadi bagian penting untuk memperluas peran Unila di tingkat nasional maupun global.
Dengan demikian, pengalaman Prof. Asep sebagai dokter, dosen, pengelola fakultas dan mantan Wakil Rektor menjadi bekal yang membentuk perspektifnya dalam melihat kebutuhan Unila ke depan.

 

EXCELLENT sebagai Arah Pencalonan

Kini, melalui tagline “EXCELLENT”, Prof. Asep kembali membawa rekam jejak sekaligus gagasan kepemimpinan dalam bursa calon Rektor Unila periode 2027–2031.
Penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan akademik, riset dan inovasi, transformasi digital, serta perluasan kolaborasi menjadi sejumlah isu penting yang relevan dengan tantangan Unila ke depan.
Dengan pengalaman yang telah dijalani selama lebih dari dua dekade di lingkungan Unila, Prof. Asep Sukohar menawarkan kepemimpinan yang bertumpu pada pengalaman manajerial sekaligus visi untuk membawa Unila semakin unggul, inovatif dan berdaya saing.
Bursa calon Rektor Unila periode 2027–2031 pun menjadi ruang bagi setiap kandidat untuk menawarkan gagasan terbaiknya. Bagi Prof. Asep, rekam jejak panjang di bidang kedokteran, akademik, manajemen perguruan tinggi dan riset menjadi bagian dari modal yang dibawa untuk menawarkan arah baru bagi Unila ke depan.***

🎬 Lihat Video
🔊 Klik untuk aktifkan suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *