Keamanan Terganggu, Karyawan PT. Prima Alumga Dihantui Rasa Takut

banner 468x60

RILISID TV, Mesuji – Kondisi keamanan yang semakin kritis di perkebunan sawit PT. Prima Alumga di Mesuji dan belum adanya respon aparat terhadap kasus pelanggaran hukum di perusahaan tersebut, membuat pihak manajemen menggelar konfrensi pers, Sabtu 15 Februari 2025.

Senior Eksekutif PT. Prima Alumga, Darmawansyah, beserta perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia SPSI setempat, Cipto Laksono dan Manager Estate Ceria, Nur Marthias, didampingi puluhan buruh berkumpul di lokasi mess karyawan yang dibakar massa saat penyerangan 5 Februari lalu.

Dalam konferensi pers tersebut terungkap ketakutan dan kekhawatiran karyawan dan buruh saat ini, karena gangguan keamanan dari para pencuri sawit yang terus terjadi hingga saat ini. Serta kerugian perusahaan yang mencapai Rp10 miliar.

Seperti yang diceritakan Sungkowo, karyawan Divisi Ceria Estate yang mengungkapkan ketakutannya dalam bekerja, karena was was diserang massa.

Dan di divisi tersebut hanya tinggal para pria, karena ibu-ibu dan anak-anak sudah diungsikan ke luar perkebunan.

Ia berharap, aparat keamanan dapat melindungi para pekerja, supaya bisa bekerja dengan nyaman dan tidak ketakutan.

Dan jika sampai berulang dan terus-menerus, maka hal itu akan mengancam kehidupan ekonomi mereka.

Sementara Agus Wahyudi Asisten Manager menjelaskan, korban penusukan pada 14 Januari lalu, juga mendesak agar polisi menangkap pelaku. Karena hingga saat ini proses hukumnya masih belum berjalan.

Desakan yang sama juga disampaikan Sekretaris SPSI setempat, Cipto Laksono. Ia mengatakan kondisi krisis keamanan tersebut bukan hanya berdampak pada perusahaan tapi seribuan karyawan yang menggantungkan hidup bekerja pada PT. Prima Alumga.

Senior Eksekutif PT. Prima Alumga Darmawansyah mengungkapkan, kondisi karyawan yang ketakutan saat ini.

Ia berharap, penegakan hukum atas peristiwa pidana yang terjadi di area perkebunannya dapat dilaksanakan.

Selain itu, Darmawansyah juga mengatakan jika aparat keamanan tidak merespon cepat situasi yang terjadi, pihaknya justru sebagai investor khawatir akan berinvestasi di Mesuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RILIS.ID Group Network