
BANDAR LAMPUNG – Upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Memasuki hari kelima, tim SAR gabungan memperluas upaya pencarian hingga ke sejumlah wilayah perairan Lampung.
Pada Jumat ( 11/9/2026), KN SAR Basudewa 224 bergerak dari Pelabuhan Pelindo Panjang Bandar Lampung, menuju perairan Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus.
Berdasarkan informasi Kantor SAR Basudewa, KN SAR Basudewa membawa 35 personel dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 17 kru KN SAR Basudewa, dua personel Mabes Polairud, empat personel Ditpolairud Polda Lampung, tiga personel TNI AD Yonif 143, satu personel Brimob, satu personel BPBD, enam potensi SAR FRRL, serta satu jurnalis AFP.
Kapal kemudian bersandar di Dermaga Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus, pada posisi sekitar 5°45.612′ LS dan 104°47.234′ BT.
Dalam kegiatan tersebut, operasi SAR disebut berjalan dengan baik dan aman. Namun, hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil.
Pergerakan KN SAR Basudewa ke wilayah perairan Tanggamus menjadi bagian dari upaya memperluas pencarian terhadap rombongan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Lima Jurnalis Hilang Sejak Senin
Lima jurnalis sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin ( 07/08/2026), sekitar pukul 14.00 WIB.
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas ( ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis dari ( iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat bersama tiga orang lainnya, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.
Salah seorang anggota rombongan sempat mengirimkan share location kepada jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Informasi lain menyebutkan rombongan diperkirakan sudah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin petang. Setelah itu, keberadaan mereka tidak lagi diketahui.
Operasi SAR Terus Diperluas
Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan pencarian dengan mengerahkan sejumlah unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, serta potensi SAR lainnya.
Pencarian juga telah dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke sejumlah sektor. Sejumlah kapal TNI AL turut dikerahkan untuk memperluas penyisiran di perairan Selat Sunda.
Memasuki hari kelima, upaya pencarian terus dioptimalkan. Pergerakan KN SAR Basudewa menuju wilayah perairan Tanggamus menunjukkan pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar titik terakhir keberadaan rombongan, tetapi juga diperluas ke wilayah perairan Lampung.
Hingga Jumat (11/9/2026), lima jurnalis bersama tiga orang lainnya masih dalam pencarian dan belum ditemukan.
Tim SAR mengimbau masyarakat maupun kapal yang melintas di wilayah perairan yang menjadi area pencarian untuk segera memberikan informasi apabila menemukan benda, kapal, atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan rombongan tersebut.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tetap memperhatikan keselamatan dan mematuhi ketentuan terkait aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau, mengingat kawasan tersebut masih memiliki potensi bahaya aktivitas vulkanik. ***