BERITA  

Buru 10 Emas Porwanas 2027, Tim Karya Jurnalistik Lampung Siapkan Strategi Khusus

BANDAR LAMPUNG – Tim Karya Jurnalistik Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Lampung 2027 mulai menyusun strategi untuk memaksimalkan peluang meraih medali. Tak sekadar mengandalkan kemampuan peserta yang telah lolos seleksi, tim akan memperkuat latihan, penugasan lapangan, dan evaluasi berkala guna menghadapi persaingan pada Porwanas XV mendatang.
Target tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan 20 peserta bersama manajer dan penanggung jawab Karya Jurnalistik Porwanas Lampung 2027 di Ruby Coffee Shop, Rabu (28/10/2026).
Sebagai tuan rumah, Lampung memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan kontingen dari berbagai provinsi. Terlebih, cabang karya jurnalistik menyediakan 10 medali emas yang dapat menjadi salah satu penentu keberhasilan Lampung dalam persaingan klasemen juara umum.
Manajer Karya Jurnalistik Porwanas Lampung 2027, Dr. Ir. H. Firmansyah Yuni Alfian, M.B.A., M.Sc menegaskan, lolos seleksi bukan akhir dari perjuangan. Seluruh peserta masih harus membuktikan kesungguhan dan konsistensinya selama menjalani proses persiapan.

“Selamat kepada yang sudah lolos seleksi. Namun, ini bukan berarti sudah aman. Hingga pelaksanaan Porwanas, kita masih memiliki waktu. Kepada penanggung jawab, silakan diberikan tugas dan dilakukan evaluasi,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, waktu yang tersedia harus dimanfaatkan melalui program latihan yang terarah. Setiap peserta perlu mendapatkan penugasan sekaligus evaluasi untuk mengukur perkembangan kemampuan dan kualitas karya yang dihasilkan.
Firmansyah optimistis peluang Lampung untuk bersaing terbuka lebar. Namun, target besar tersebut harus diikuti dengan persiapan serius, bukan sekadar mengandalkan status sebagai tuan rumah.
“Kemungkinan kita untuk menang sangatlah besar. Kita harus menang. Ada 10 medali emas yang akan dipertandingkan, dan ini bisa menjadi penentu juara umum,” katanya.
Ia meminta program persiapan segera disusun secara jelas agar perkembangan setiap peserta dapat dipantau. Melalui pola latihan dan evaluasi yang berkelanjutan, tim diharapkan mampu mengidentifikasi kelebihan sekaligus memperbaiki kekurangan sebelum memasuki arena kompetisi.
Latihan Lapangan Jadi Kunci

Dukungan terhadap strategi tersebut disampaikan Ketua Harian Porwanas Lampung, Supriyadi Alfian. Ia menilai peserta yang telah lolos seleksi memiliki potensi untuk menyumbangkan medali, tetapi kemampuan itu harus diasah melalui latihan yang mendekati situasi peliputan sesungguhnya.
Menurut Supriyadi, penguasaan terhadap wilayah sendiri menjadi salah satu modal penting bagi wartawan Lampung. Pemahaman mengenai karakter masyarakat, potensi daerah, serta berbagai persoalan lokal dapat membantu peserta menemukan sudut pandang berita yang kuat dan menarik.
Namun, modal tersebut tidak akan maksimal tanpa praktik langsung di lapangan. Karena itu, ia mendorong agar latihan tidak hanya berupa diskusi dan pembahasan teknis, tetapi juga penugasan peliputan yang terencana.
Salah satu alternatifnya adalah meliput proses latihan atlet dari berbagai cabang olahraga. Melalui kegiatan ini, peserta dapat berlatih menggali informasi, melakukan wawancara, menentukan sudut pandang, hingga mengembangkan cerita menjadi karya jurnalistik yang bernilai.

“Saya optimistis ini adalah peserta terbaik. Karya jurnalistik merupakan peluang kita untuk mendapatkan medali sebanyak-banyaknya,” ujar Supriyadi.

Ia juga menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam menjalankan setiap penugasan. Konsistensi berlatih dan kemauan memperbaiki kualitas karya menjadi faktor penting untuk menghadapi kompetisi yang penilaiannya sangat bergantung pada mutu hasil jurnalistik.
“Saya yakin teman-teman yang sudah lolos seleksi ini tidak perlu diragukan lagi. Tinggal keseriusannya,” katanya.

20 Peserta Disiapkan untuk Seluruh Kategori

Sementara itu, Penanggung Jawab Karya Jurnalistik Porwanas Lampung 2027 Novi Balga menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan membangun komitmen seluruh peserta.
Sebanyak 20 peserta disiapkan untuk mengisi seluruh kategori yang dipertandingkan, dengan alokasi dua peserta pada setiap kategori. Pembagian tersebut diharapkan membuat persiapan lebih terarah sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing lomba.
Menurut Novi, proses seleksi telah dilakukan untuk menjaring peserta yang memiliki kemampuan dan potensi bersaing. Salah satu kategori dengan persaingan ketat adalah feature, yang memiliki banyak peminat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas peserta tetap harus ditingkatkan melalui latihan berkelanjutan. Kemampuan menulis, ketajaman menentukan sudut pandang, kedalaman menggali informasi, serta keterampilan menyajikan fakta secara menarik menjadi aspek yang harus terus diasah.

“Hari ini pertemuan peserta dengan manajer untuk memberikan motivasi menuju Porwanas 2027,” ujar Novi.
Ia menegaskan, lomba karya jurnalistik memiliki karakteristik berbeda dari sejumlah cabang olahraga lainnya. Hasil kompetisi tidak mudah diprediksi karena sangat bergantung pada kualitas karya yang dihasilkan peserta.
“Ini adalah lomba yang tidak terukur sehingga benar-benar harus bertarung,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi penyusunan program latihan yang lebih terstruktur. Dengan menggabungkan penugasan lapangan, evaluasi rutin, dan penguatan motivasi, tim Karya Jurnalistik Lampung berupaya membangun kesiapan peserta sejak dini.
Target meraih medali sebanyak-banyaknya pun bukan sekadar ambisi, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras dan konsistensi. Sebagai tuan rumah Porwanas XV 2027, Lampung dituntut membuktikan bahwa kesiapan organisasi berjalan seiring dengan kualitas karya dan daya saing para wartawannya.***

Penulis: Novi Balga
🎬 Lihat Video
— ✕
🔊 Klik untuk aktifkan suara
Exit mobile version